Dari Ruang Kelas Hingga Lapangan: Budaya Apresiasi Baru di Pekanbaru
Beberapa tahun lalu, mungkin tak banyak yang peduli apakah sebuah acara butuh medali atau tidak. Selama ada dokumentasi dan snack, cukup. Tapi sekarang, ada pergeseran kecil yang menarik. Anak-anak muda di Pekanbaru—baik di sekolah, kampus, maupun komunitas—mulai menaruh perhatian lebih pada hal-hal simbolik. Medali adalah salah satunya.
Yang dicari bukan sekadar medali emas, perak, atau perunggu seperti di lomba-lomba besar. Tapi medali dengan nama kegiatan, tahun, bahkan nama peserta. Medali akrilik yang ringan, penuh warna, dan bisa dikustom sesuka hati. Ia tak harus mewah, tapi harus bermakna. Karena sekarang, penghargaan bukan cuma soal menang—tapi juga soal diakui telah ikut berproses.
Di balik maraknya tren ini, ada sejumlah pelaku lokal yang bekerja dalam diam. Salah satunya adalah Arbi Printing Pekanbaru. Mereka tidak banyak bicara, tidak agresif memasang iklan di mana-mana. Tapi kalau kamu tanya ke panitia kegiatan di banyak sekolah atau organisasi di Pekanbaru, nama mereka sering muncul. Kenapa? Karena mereka mengerti bahwa yang dikerjakan bukan cuma produk, tapi juga bagian dari sebuah momen yang akan dikenang.
Arbi Printing menangani banyak jenis medali—dari perpisahan siswa SMA, penghargaan volunteer, sampai turnamen kecil antar komunitas. Mereka tahu bahwa tiap medali punya cerita berbeda. Karena itu, pelayanan mereka tidak kaku. Fleksibel soal desain, sabar dalam proses revisi, dan cepat saat dibutuhkan. Mereka sadar, panitia sering bergerak cepat, dan medali sering jadi bagian terakhir yang baru diurus di detik-detik akhir.
Lebih dari sekadar tempat cetak, Arbi Printing jadi semacam mitra kreatif yang membantu banyak orang mengekspresikan apresiasi. Dalam ukuran kecil medali, ada ruang untuk menghargai usaha, mengenang momen, dan menutup satu bab cerita dengan rasa hangat. Dan budaya semacam ini, yang dulunya jarang muncul, kini makin tumbuh di Pekanbaru. Perlahan, tapi nyata.
---------------------------------------------------------------
Posting Komentar untuk "Dari Ruang Kelas Hingga Lapangan: Budaya Apresiasi Baru di Pekanbaru"